Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Politeknik Negeri Malang (Polinema) meluncurkan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada modernisasi produksi melon di Kabupaten Blitar. Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok tani milenial, koperasi produsen melon, serta KWT Wani Maju di Kecamatan Wates.
Tujuan utama program adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing agribisnis melon melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan. Dengan mengintegrasikan solusi digital, petani dapat mengakses pasar lebih luas, mengelola data produksi, dan mengoptimalkan penggunaan energi.
- Pelatihan digital marketing: peserta diajarkan cara mempromosikan produk melon lewat platform media sosial dan marketplace.
- Penerapan sensor IoT untuk memantau kelembaban tanah, suhu, serta kebutuhan irigasi secara real‑time.
- Penggunaan panel surya pada rumah kaca untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.
- Pengembangan aplikasi agritech yang memungkinkan pencatatan hasil panen, prediksi harga, dan manajemen stok.
- Workshop manajemen keuangan bagi UMKM agar dapat mengelola pendapatan dan investasi secara lebih terstruktur.
Hasil awal menunjukkan penurunan konsumsi energi listrik hingga 30 persen pada rumah kaca yang dipasangi panel surya, serta peningkatan penjualan online melon sebesar 20 persen dalam tiga bulan pertama. Keterlibatan petani milenial juga meningkatkan adopsi teknologi, karena mereka lebih cepat beradaptasi dengan aplikasi berbasis smartphone.
Polinema berencana memperluas program ini ke wilayah lain di Jawa Timur dengan melibatkan lebih banyak lembaga akademik, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Diharapkan, model kolaboratif ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan agribisnis berkelanjutan yang menggabungkan digitalisasi dan energi bersih.