Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Daerah Operasi 6 (Daop 6) Kereta Api Indonesia di Yogyakarta melaporkan peningkatan signifikan dalam indeks kepuasan pelanggan selama empat tahun terakhir, mulai dari 2022 hingga 2025. Peningkatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, kebersihan, ketepatan waktu, dan kenyamanan penumpang.
Latar Belakang
Setelah pandemi COVID‑19 melanda industri transportasi pada 2020‑2021, PT KAI melakukan serangkaian revitalisasi layanan, termasuk modernisasi armada, digitalisasi tiket, serta pelatihan staf front‑liner. Program ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan meningkatkan pengalaman perjalanan kereta api.
Data Kepuasan 2022‑2025
| Tahun | Indeks Kepuasan (%) |
|---|---|
| 2022 | 78 |
| 2023 | 82 |
| 2024 | 86 |
| 2025 | 89 |
Indeks dihitung berdasarkan survei tahunan yang melibatkan ribuan penumpang di stasiun‑stasiun utama Daop 6, seperti Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto.
Faktor Pendukung Peningkatan
- Digitalisasi layanan: Peluncuran aplikasi mobile untuk pemesanan tiket, check‑in, dan pelacakan kereta secara real‑time.
- Peningkatan ketepatan waktu: Implementasi sistem pemantauan jalur dan penambahan rel cadangan mengurangi keterlambatan sebesar 30% dibandingkan 2022.
- Kebersihan dan keamanan: Penambahan prosedur sanitasi intensif serta pelatihan kebersihan bagi seluruh petugas kereta.
- Pelatihan SDM: Program pelatihan layanan pelanggan bagi masinis dan pramugari meningkatkan interaksi positif dengan penumpang.
Rencana Kedepan
PT KAI Daop 6 menargetkan indeks kepuasan mencapai 92% pada akhir 2026 dengan fokus pada:
- Ekspansi jaringan kereta listrik (KRL) di wilayah Yogyakarta‑Solo.
- Pengembangan layanan premium berkelas bisnis.
- Integrasi lebih luas dengan moda transportasi lain melalui tiket terpadu.
Dengan strategi ini, Daop 6 berharap dapat mempertahankan pertumbuhan positif dan menjadikan kereta api pilihan utama bagi mobilitas masyarakat Jawa Tengah‑DIY.