Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, mengumumkan bahwa sistem bantuan berkendara (Advanced Driver Assistance System/ADAS) yang terpasang pada model-model terbarunya berhasil menurunkan angka kecelakaan berat secara signifikan.
Berikut beberapa komponen utama yang menjadi penopang keberhasilan sistem tersebut:
- Pengereman Darurat Otomatis (AEB) – Mengaktifkan rem secara otomatis ketika sensor mendeteksi risiko tabrakan dalam jarak singkat.
- Peringatan Tabrakan Depan (FCW) – Memberikan peringatan visual dan auditori kepada pengemudi bila jarak dengan kendaraan di depan menurun drastis.
- Kontrol Stabilitas Elektronik (ESC) – Menjaga kestabilan kendaraan saat mengerem mendadak atau berbelok pada kecepatan tinggi.
Data percobaan yang dilakukan BYD melibatkan lebih dari 12.000 unit kendaraan yang beroperasi di lingkungan perkotaan dan jalan tol selama periode enam bulan. Hasilnya dirangkum dalam tabel berikut:
| Fitur ADAS | Penurunan Kecelakaan Berat (%) |
|---|---|
| Pengereman Darurat Otomatis | 45 |
| Peringatan Tabrakan Depan | 32 |
| Kontrol Stabilitas Elektronik | 28 |
Para pakar keselamatan jalan menilai bahwa integrasi sistem-sistem ini dapat menjadi faktor penentu dalam mengurangi beban kecelakaan serius, khususnya di wilayah dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Namun, mereka juga menekankan pentingnya edukasi pengemudi agar tetap waspada dan tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi.
BYD menyatakan akan memperluas penerapan ADAS ke semua model yang akan datang, termasuk kendaraan listrik massal yang sedang diproduksi di pabrik domestik mereka. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk meningkatkan standar keamanan kendaraan serta memperkuat posisi kompetitif di pasar global.