Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Jemaah haji bernama Muhammad Firdaus Akhlan, berusia 72 tahun, dilaporkan menghilang selama tujuh hari di kawasan Jabal Kuday. Istrinya, Tegar, bersama keluarga dan warga sekitar melakukan pencarian intensif selama seminggu, namun akhirnya tubuh sang suami ditemukan dalam kondisi meninggal.
Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi:
- Hari 1: Firdaus tidak kembali ke tenda setelah melakukan ibadah di Jabal Kuday. Tegar melaporkan kehilangan kepada panitia haji setempat.
- Hari 2‑5: Tim keamanan haji, bersama relawan, menelusuri daerah sekitar dengan menggunakan anjing pelacak dan kendaraan darurat.
- Hari 6: Pencarian diperluas ke wilayah yang lebih luas setelah petunjuk awal tidak memberikan hasil.
- Hari 7: Badan otopsi menemukan jasad Firdaus di sebuah celah batu, diperkirakan meninggal karena kelelahan dan dehidrasi.
Setelah menemukan jasad suaminya, Tegar mengungkapkan perasaan campur aduk antara duka yang mendalam dan rasa lega karena tidak lagi harus menanggung ketidakpastian. Ia menyatakan keikhlasan untuk melepaskan Firdaus dan berdoa agar arwahnya diterima di sisi Allah.
Kejadian ini menggugah empati banyak pihak, terutama para jamaah haji yang menilai pentingnya kesiapsiagaan dan pendampingan khusus bagi jamaah lanjut usia. Pihak penyelenggara haji berjanji akan meningkatkan koordinasi dan fasilitas medis di area pegunungan demi mencegah tragedi serupa di masa depan.
Kasus ini juga menyoroti peran kuat istri dan keluarga dalam mendukung jamaah haji, serta menunjukkan betapa besar beban emosional yang mereka tanggung ketika terjadi musibah. Keikhlasan Tegar menjadi contoh ketabahan dan pengharapan bagi banyak orang.