Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk menutup celah kebocoran aset publik, sekaligus meningkatkan kedaulatan pangan serta kapasitas pertahanan nasional. Dalam rangkaian pidato di Istana Negara, ia menguraikan serangkaian kebijakan yang akan diluncurkan dalam tiga bulan ke depan.
Strategi utama meliputi:
- Penguatan regulasi anti‑korupsi dengan pembentukan unit audit independen yang melapor langsung kepada kepresidenan.
- Optimalisasi pendapatan negara melalui reformasi pajak, digitalisasi sistem perpajakan, dan peninjauan kembali kontrak publik yang bernilai tinggi.
- Peningkatan produksi pangan domestik dengan subsidi benih unggul, pendirian zona pertanian terpadu, dan dukungan pembiayaan bagi petani kecil.
- Modernisasi alutsista militer melalui investasi dalam teknologi pertahanan lokal, serta kolaborasi dengan industri pertahanan dalam negeri.
- Peningkatan ketahanan energi dengan memprioritaskan sumber energi terbarukan dan memperluas jaringan listrik ke daerah terpencil.
Untuk menvisualisasikan target, berikut tabel ringkas yang menggambarkan indikator utama tiap bidang:
| Bidang | Indikator | Target 2025 |
|---|---|---|
| Kebocoran Kekayaan Negara | Penurunan kerugian akibat korupsi | -30% |
| Kedaulatan Pangan | Persentase kebutuhan pangan terpenuhi secara domestik | 80% |
| Pertahanan | Proporsi alutsista buatan dalam negeri | 50% |
Presiden menekankan bahwa keberhasilan agenda ini sangat bergantung pada sinergi antara lembaga pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berperan serta dalam menjaga aset negara, memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta memperkokoh pertahanan sebagai landasan kedaulatan Indonesia.