Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Setelah hampir tiga minggu berada dalam tahanan militer Israel, seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla kini telah tiba di Istanbul, Turki. Kedatangan mereka menandai akhir dari episode penahanan yang terjadi sejak Senin, 14 April 2024, ketika kapal bantuan yang berangkat dari Lebanon menuju Gaza ditangkap oleh Angkatan Laut Israel.
Para tawanan terdiri dari 12 warga Indonesia, termasuk aktivis kemanusiaan, jurnalis, dan relawan medis. Mereka sempat ditahan di pangkalan militer di Tel Aviv sebelum dipindahkan ke bandara Ben Gurion untuk proses deportasi. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Turki di Jakarta serta perwakilan Indonesia di Istanbul untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar.
- Penangkapan: Senin, 14 April 2024 – Kapal Global Sumud Flotilla ditangkap di perairan internasional dekat Teluk Gaza.
- Tahanan: WNI ditahan di fasilitas militer Israel selama 19 hari.
- Negosiasi: Pemerintah Indonesia mengirim tim diplomatik pada 20 April 2024, menuntut pembebasan segera.
- Pengiriman kembali: 1 Mei 2024 – Israel mengizinkan WNI keluar melalui bandara Ben Gurion.
- Kedatangan di Istanbul: 2 Mei 2024 – WNI tiba di Bandara Istanbul Atatürk, disambut oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Turki.
Menanggapi peristiwa ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, “Kami menghargai keputusan Israel yang memungkinkan WNI kami kembali dengan selamat. Pemerintah Indonesia akan terus memperjuangkan hak warga negara kami yang berada di luar negeri, terutama dalam situasi konflik yang kompleks.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Duta Besar Ahmet Demir, menambahkan, “Turki selalu siap memberikan bantuan kemanusiaan dan logistik bagi mereka yang membutuhkan, termasuk warga Indonesia yang kini berada di Istanbul.”
Kasus penahanan ini menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi aktivis dan relawan internasional yang berupaya mengirim bantuan ke wilayah konflik, khususnya di Gaza. Pemerintah Indonesia berjanji akan meninjau kembali kebijakan dukungan terhadap misi kemanusiaan serupa, serta memperkuat koordinasi dengan negara‑negara sahabat untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.
Setelah tiba di Istanbul, para WNI menjalani pemeriksaan medis dan prosedur administratif sebelum dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia atau melanjutkan kegiatan mereka di Turki. Keluarga mereka di Indonesia kini dapat berkomunikasi kembali secara langsung, mengakhiri masa penantian yang penuh kekhawatiran.