Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Pada Kamis, 21 Mei 2024, satuan tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah Kabupaten Jember melakukan inspeksi terhadap dua dapur SPPG (Sistem Penyediaan Pangan Gratis) yang berada di Kecamatan Kaliwates. Hasil inspeksi mengindikasikan adanya dugaan keracunan makanan, sehingga salah satu dapur langsung ditutup sementara untuk mencegah risiko lebih lanjut.
Petugas Satgas MBG menyatakan bahwa penutupan bersifat preventif. “Kami menemukan indikasi kontaminasi pada bahan makanan yang disajikan, sehingga demi keselamatan warga, dapur tersebut harus dihentikan operasionalnya sementara,” ujar Kepala Satgas MBG Jember, Budi Santoso.
Berikut langkah-langkah yang diambil oleh Satgas MBG setempat:
- Penghentian sementara layanan dapur yang terindikasi terkontaminasi.
- Pengambilan sampel makanan dan air untuk analisis laboratorium.
- Pemeriksaan kebersihan peralatan dapur dan prosedur penyimpanan bahan makanan.
- Pemberian rekomendasi perbaikan kepada pihak pengelola dapur.
- Pengawasan lanjutan setelah perbaikan dilakukan sebelum dapur dibuka kembali.
Selain itu, Satgas MBG juga menegaskan pentingnya edukasi sanitasi bagi para relawan dan petugas dapur. “Kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung, serta penyimpanan bahan makanan pada suhu yang tepat harus menjadi standar operasional prosedur yang tidak boleh diabaikan,” tambahnya.
Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, Pemkab Jember berjanji akan menginformasikan hasil uji laboratorium secara transparan dan mempercepat proses perbaikan dapur yang terdampak. Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi tentang jumlah korban atau tingkat keparahan gejala yang dialami.
Penutupan sementara ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh jaringan dapur MBG di Jawa Timur, agar standar keamanan pangan dapat ditegakkan secara konsisten.