Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan peningkatan kapasitas operasional Dermaga Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan layanan penyeberangan kapal feri serta memperkuat rantai logistik di wilayah selatan Indonesia.
Dermaga Bajoe sebelumnya hanya mampu melayani dua kapal feri per hari, dengan total kapasitas penumpang sekitar 1.200 orang dan muatan kargo maksimal 1.500 ton. Setelah renovasi dan penambahan fasilitas, dermaga kini dapat menampung empat kapal per hari, meningkatkan kapasitas penumpang menjadi 2.400 orang dan muatan kargo hingga 3.000 ton. Peningkatan ini diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu, mengurangi biaya transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
| Parameter | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Kapal per hari | 2 | 4 |
| Kapasitas penumpang (orang) | 1.200 | 2.400 |
| Kapasitas kargo (ton) | 1.500 | 3.000 |
| Waktu tunggu rata‑rata | 4 jam | 2 jam |
Renovasi meliputi perpanjangan dermaga, penambahan area parkir kendaraan, serta instalasi peralatan modern untuk penanganan kargo. Selain itu, sistem tiket digital dan aplikasi monitoring jadwal kapal juga diperkenalkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Manajemen ASDP menilai bahwa peningkatan dermaga ini selaras dengan program pemerintah memperkuat konektivitas antar pulau. Dengan dermaga yang lebih besar, diharapkan pelaku usaha lokal, seperti petani, nelayan, dan produsen barang konsumsi, dapat lebih mudah menyalurkan produk ke pasar nasional maupun internasional.
Para ahli transportasi menyambut baik langkah ini, menekankan pentingnya integrasi antara dermaga, pelabuhan laut, dan jaringan darat. Mereka mencatat bahwa peningkatan kapasitas dermaga dapat mengurangi tekanan pada pelabuhan utama di Makassar dan mendistribusikan beban logistik secara lebih merata.