Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Data yang dirilis oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) mengungkapkan penurunan signifikan jumlah wisatawan asal China daratan yang mengunjungi Jepang pada tahun 2023. Jumlah kedatangan hanya mencapai 1,2 juta orang, menurun 56,8 persen dibandingkan dengan 2,8 juta orang pada tahun 2022.
Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir dan menandai tantangan besar bagi sektor pariwisata Jepang yang selama ini mengandalkan pasar wisatawan China. Berikut rangkuman data utama:
| Tahun | Jumlah Wisatawan (juta orang) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| 2022 | 2,8 | +12,5 |
| 2023 | 1,2 | -56,8 |
Berbagai faktor menjadi penyebab utama penurunan ini, antara lain:
- Pengetatan kebijakan visa dan pembatasan perjalanan yang masih berlaku di China pasca pandemi.
- Kenaikan biaya penerbangan dan nilai tukar yen yang membuat perjalanan menjadi lebih mahal.
- Perubahan preferensi wisatawan China yang kini lebih banyak mengunjungi destinasi domestik atau negara lain dengan kebijakan perjalanan yang lebih lunak.
Pemerintah Jepang dan pelaku industri pariwisata telah mengumumkan langkah-langkah untuk memulihkan pasar wisatawan China, seperti meluncurkan paket promosi dengan diskon tiket pesawat, memperluas kerja sama agen perjalanan, dan meningkatkan layanan berbahasa Mandarin di tempat wisata utama.
Para pakar ekonomi menilai bahwa pemulihan penuh kemungkinan baru akan terlihat dalam jangka menengah, tergantung pada evolusi kebijakan perjalanan di China dan stabilitas nilai tukar. Sementara itu, sektor pariwisata domestik Jepang diharapkan dapat menutup sebagian kesenjangan dengan meningkatkan penawaran destinasi lokal.