Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menegaskan bahwa ketekunan dan kerja keras para petani menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menyoroti kontribusi petani yang terus berupaya meningkatkan produksi pangan meski dihadapkan pada tantangan cuaca, harga input, dan akses pasar.
Mayjen Mirza Agus menyampaikan bahwa stabilitas pasokan pangan tidak dapat dicapai tanpa dukungan penuh dari sektor pertanian. Ia menambahkan, “Petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa mereka, upaya menjaga ketahanan pangan akan terhambat.”
Beberapa faktor kunci yang memperkuat peran petani antara lain:
- Penerapan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan bibit unggul dan mekanisasi.
- Penguatan jaringan distribusi dan pemasaran yang meminimalkan kehilangan hasil panen.
- Dukungan kebijakan pemerintah melalui subsidi, kredit murah, dan pelatihan keterampilan.
Pangdam juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan lembaga pertanian untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi petani. Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan koordinasi dalam penyediaan infrastruktur irigasi, penyuluhan agronomi, serta penanggulangan hama secara terpadu.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Kodam XIII/Merdeka berkomitmen untuk memberikan bantuan logistik dan keamanan bagi petani, terutama di wilayah rawan konflik atau bencana alam. Bantuan tersebut meliputi penyediaan kendaraan, peralatan pertanian, serta dukungan dalam penanganan situasi darurat.
Dengan menempatkan petani sebagai fondasi utama, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan kemandirian pangan, menurunkan ketergantungan impor, serta menjamin stabilitas harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.