Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dan Kobe College of Global Innovation (KCGI) di Jepang mengumumkan rencana kolaborasi strategis yang menitikberatkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah paradigma pendidikan tinggi di Indonesia.
Kerjasama ini mencakup tiga pilar utama: digitalisasi Sistem Kredit Semester (SKS), pengembangan kurikulum berbasis AI, serta peningkatan kapasitas riset internasional. Pada tahap awal, kedua institusi akan menguji coba platform pembelajaran berbasis AI yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi secara adaptif, mengukur kompetensi secara real‑time, dan memperoleh pengakuan SKS secara digital.
| Pilar | Inisiatif | Target 2025 |
|---|---|---|
| Digitalisasi SKS | Penerapan blockchain untuk verifikasi kredit | 80% program studi UNISA |
| Kurikulum AI | Integrasi modul AI di semua fakultas | 30 mata kuliah terakreditasi |
| Riset Global | Program beasiswa joint-research dengan KCGI | 15 proyek kolaboratif |
Digitalisasi SKS diharapkan mempercepat proses validasi nilai dan mengurangi birokrasi administratif. Dengan teknologi blockchain, setiap kredit yang diperoleh mahasiswa akan tercatat secara transparan dan dapat diverifikasi oleh institusi manapun, termasuk partner internasional.
Di sisi kurikulum, UNUSA berencana menambah mata kuliah yang memanfaatkan AI untuk analisis data, pembelajaran mesin, dan etika teknologi. Dosen akan dilatih melalui program pertukaran dengan KCGI, sehingga metodologi pengajaran dapat disesuaikan dengan standar internasional.
Riset global menjadi fokus jangka panjang, dengan pembentukan pusat inovasi bersama yang akan mengakomodasi proyek‑proyek kolaboratif antara peneliti Indonesia dan Jepang. Prioritas riset meliputi bidang energi terbarukan, kesehatan digital, serta teknologi pertanian pintar.
Direktur Riset UNUSA, Prof. Ahmad Syarif, menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi global. Sementara itu, Dekan KCGI, Dr. Hiroshi Tanaka, menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan lintas budaya untuk menciptakan solusi yang relevan dengan tantangan lokal.
Implementasi program diperkirakan dimulai pada kuartal pertama tahun 2024, dengan fase pilot di tiga fakultas UNUSA. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menyesuaikan teknologi dan metodologi sesuai kebutuhan mahasiswa.
Langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk digitalisasi pendidikan tinggi serta upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di era ekonomi berbasis pengetahuan.