Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Pelatih Pelita Jaya Basketball, David Singleton, menegaskan kesiapan timnya menjelang pertemuan melawan RANS Simba Bogor di babak perempat final IBL 2026. Setelah menempati posisi teratas klasemen reguler, Pelita Jaya ingin mengamankan tiket ke semifinal dengan mengatasi kebangkitan RANS Simba yang tengah menunjukkan performa impresif pada fase playoff.
Dalam dua pertemuan musim reguler, Pelita Jaya berhasil mengungguli RANS Simba dengan selisih poin yang cukup signifikan. Namun, dalam turnamen knockout, dinamika pertandingan bisa berubah drastis. RANS Simba, yang baru saja mengalahkan tim-tim papan atas dalam seri eliminasi, kini menambah kepercayaan diri dengan mencatat tiga kemenangan beruntun.
- Rata‑rata poin per game RANS Simba: 89,2
- Persentase tembakan tiga angka: 38,5 %
- Rebound ofensif per game: 11,4
- Turnover per game: 12,1 (menurun dibandingkan fase reguler)
Singleton menyoroti pentingnya pertahanan perimeter dan kontrol bola sebagai kunci menghambat serangan RANS Simba yang mengandalkan tembakan tiga angka. Ia juga menambahkan bahwa pemain veteran seperti Andi Prasetyo dan pemain asing asal Amerika, Marcus Johnson, siap memberikan kontribusi signifikan di kedua sisi lapangan.
Di sisi lain, RANS Simba mengandalkan duo penyerang, Fajar Pratama dan pemain impor asal Serbia, Nikola Petrović, yang mencetak rata‑rata 22 poin per pertandingan. Kedua pemain tersebut menjadi ancaman utama bagi pertahanan Pelita Jaya, terutama pada fase transisi cepat.
Statistik pertemuan terakhir menunjukkan bahwa RANS Simba berhasil mencetak 92 poin, sementara Pelita Jaya hanya mampu mengumpulkan 85 poin. Dengan selisih tersebut, pelatih Singleton menekankan perlunya eksekusi taktik yang tepat dan disiplin mental untuk menahan tekanan.
Para penggemar basketball di Indonesia menantikan duel sengit ini, yang diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di playoff IBL 2026. Kedua tim dipastikan akan menurunkan skuad terbaik mereka, menjanjikan aksi penuh intensitas di lapangan.