Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan pentingnya perbankan meningkatkan efisiensi operasional sebagai upaya utama untuk menahan tekanan kenaikan suku bunga kredit. Dalam pernyataannya, Perry menegaskan bahwa peningkatan produktivitas dan penurunan biaya internal dapat menjadi alternatif yang lebih efektif dibandingkan menambah beban bunga bagi peminjam.
- Optimalisasi proses digitalisasi layanan kredit untuk mempercepat persetujuan dan menurunkan biaya administrasi.
- Peningkatan manajemen risiko melalui penggunaan teknologi analitik guna mengurangi kebutuhan provisi cadangan yang tinggi.
- Revisi struktur biaya operasional, termasuk pemangkasan birokrasi internal dan penataan kembali jaringan cabang.
Perry menambahkan bahwa kebijakan moneter yang responsif tetap penting, namun harus diiringi dengan reformasi struktural di sektor perbankan. Dengan meningkatkan efisiensi, bank dapat menawarkan produk kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif tanpa harus mengandalkan penyesuaian suku bunga secara mendadak.
Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas sistem keuangan bergantung pada kemampuan bank dalam mengelola biaya dan risiko secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara regulator dan lembaga keuangan diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan beban tambahan bagi konsumen.