Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkot) menampilkan rangkaian potensi ekonomi dan wisata daerahnya pada Kalteng Expo, pameran tahunan yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan wisatawan dari seluruh Indonesia. Partisipasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Kotawaringin Barat.
Acara pameran berlangsung selama tiga hari di Balai Kemasyarakatan Kalteng, menampilkan stan yang menonjolkan produk unggulan pertanian, perikanan, kerajinan, serta destinasi wisata alam yang belum banyak dikenal. Berbagai produk seperti minyak kelapa sawit organik, biji kakao premium, ikan lele segar, dan kerajinan rotan tradisional dipamerkan secara bersamaan.
Berikut ini adalah beberapa potensi utama yang diangkat oleh Pemkot Kotawaringin Barat:
- Pertanian: Kelapa sawit, kakao, dan padi organik dengan sertifikasi ramah lingkungan.
- Perikanan: Budidaya ikan lele dan udang air tawar yang telah menerapkan teknologi bioflok.
- Kerajinan Tangan: Produk rotan, anyaman bambu, dan ukiran kayu yang mengusung motif Dayak.
- Wisata Alam: Danau Rasu, Taman Nasional Bukit Baka‑Barito, serta air terjun Sungai Kahayan yang menawarkan ekowisata berbasis komunitas.
- Wisata Kuliner: Kue talam, ikan bakar bumbu kuning, dan jamu tradisional berbahan dasar daun kelor.
Walikota Kotawaringin Barat, H. Dwi Prasetyo, menyatakan, “Kalteng Expo menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya kami kepada pasar nasional. Kami berharap eksposur ini dapat membuka peluang investasi, meningkatkan penjualan produk UMKM, serta menarik lebih banyak wisatawan ke daerah kami.”
Selama expo, tim pemasaran daerah juga mengadakan sesi diskusi interaktif dengan para pengusaha dan investor, membahas tantangan distribusi, standar kualitas, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah. Hasilnya, sejumlah perjanjian pra-investasi tercatat, termasuk rencana pendirian fasilitas pengolahan kelapa sawit dan pengembangan pusat pelatihan keterampilan kerajinan rotan.
Keberhasilan partisipasi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Pemkot Kotawaringin Barat untuk terus meningkatkan sinergi antara sektor publik dan swasta, memperkuat jaringan pemasaran produk lokal, serta mengoptimalkan potensi pariwisata yang masih belum tergali maksimal.