Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan pesawat tempur Rafale kepada TNI Angkatan Udara pada 18 Mei 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menandai langkah signifikan dalam upaya memperkuat jaringan pertahanan udara nasional.
Rafale yang diimpor dari Prancis merupakan pesawat multirole generasi keempat dengan kemampuan superior di bidang udara-ke-udara, udara-ke-permukaan, serta penyerangan darat. Dalam serangkaian demonstrasi, jet tersebut menunjukkan kecepatan maksimum lebih dari Mach 1,8, jangkauan tempur hingga 1.800 km, dan dilengkapi dengan sistem avionik canggih serta senjata presisi.
Berikut adalah beberapa kemampuan utama Raflé:
- Radar aktiv‑aero ELTA EL/M-2052 dengan jangkauan deteksi lebih dari 200 km.
- Integrasi senjata seperti MICA, Meteor, serta Rudal Anti-Ship Exocet.
- Kemampuan stealth sebagian yang mengurangi jejak radar.
- Sistem pertahanan diri SPECTRA yang melindungi pesawat dari ancaman missile.
Penyerahan ini membuka fase baru dalam program modernisasi TNI AU yang telah berjalan sejak 2020. Pemerintah menargetkan penambahan total 36 unit Rafale dalam lima tahun ke depan, dengan rencana pengoperasian bersama mitra regional melalui latihan bersama dan pertukaran teknis.
Berikut perkiraan jadwal pengadaan dan operasional:
| Tahun | Jumlah Unit | Status |
|---|---|---|
| 2026 | 6 | Serah terima pertama |
| 2027‑2028 | 12 | Produksi dan pelatihan pilot |
| 2029‑2030 | 18 | Operasional penuh di beberapa skuadron |
Para analis menilai bahwa kehadiran Rafale akan meningkatkan kemampuan intersepsi Indonesia terhadap potensi ancaman udara, sekaligus memperkuat posisi geopolitik negara dalam kawasan Asia‑Pasifik. Selain itu, transfer teknologi yang termasuk pelatihan teknisi dan pemeliharaan pesawat diharapkan menumbuhkan industri pertahanan domestik.
Dengan dukungan anggaran khusus yang dialokasikan dalam APBN 2026, pemerintah berharap modernisasi ini tidak hanya meningkatkan kesiapan militer, tetapi juga menstimulus perkembangan teknologi aero‑konstruksi di dalam negeri.