Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengadakan pelatihan tenun pada Senin, 18 Mei 2024, yang ditujukan bagi perajin lokal. Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri kreatif, khususnya kerajinan tekstil tradisional.
Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 30 perajin tenun dari berbagai kecamatan di Singkawang. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing‑masing fokus pada teknik dasar, inovasi desain, dan pemasaran produk. Selama dua hari, para peserta menerima materi dari praktisi tenun berpengalaman yang juga dikenal sebagai pelatih dari Lembaga Kebudayaan Daerah.
Materi utama yang disampaikan meliputi:
- Pengenalan benang tradisional dan bahan baku lokal yang ramah lingkungan.
- Teknik menenun tradisional (ikat, gumpal, dan paduan) serta cara memodernisasi motif agar lebih menarik bagi pasar masa kini.
- Strategi pemasaran digital, termasuk penggunaan media sosial dan platform e‑commerce untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain sesi teori, pelatihan ini juga menyediakan workshop praktik langsung, di mana peserta dapat mengaplikasikan teknik yang dipelajari pada proyek tenun mereka masing‑masing. Pemerintah kota menyediakan peralatan dasar, benang, dan ruang kerja yang memadai untuk mendukung proses belajar.
- Meningkatkan kualitas produk tenun sehingga lebih kompetitif di pasar regional dan nasional.
- Mendorong inovasi desain yang menggabungkan motif tradisional dengan tren kontemporer.
- Memberikan pengetahuan pemasaran yang efektif, terutama melalui platform digital.
- Menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya lokal di kalangan generasi muda.
Pemkot Singkawang juga menyiapkan program tindak lanjut, antara lain pameran produk tenun lokal pada akhir tahun, serta pembentukan koperasi perajin yang akan memfasilitasi akses bahan baku dan jaringan distribusi yang lebih luas. Dengan langkah ini, diharapkan industri tenun Singkawang dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pelatihan serupa direncanakan akan diulang secara periodik, menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Pemerintah kota berharap kolaborasi antara dinas terkait, lembaga pelatihan, dan komunitas perajin dapat menghasilkan ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan.