Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2024. Indeks dibuka dengan posisi melemah setelah pelaku pasar menanggapi ketidakpastian yang dipicu oleh potensi era suku bunga tinggi serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar saat ini masih terkesan pendek. Beberapa faktor yang memperparah tekanan meliputi:
- Ekspektasi suku bunga tinggi yang dapat menurunkan likuiditas.
- Ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik antara AS dan Iran.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
- Kinerja perusahaan domestik yang belum menunjukkan pemulihan signifikan.
Pemerintah menegaskan fokusnya pada menjaga fondasi ekonomi nasional. Kebijakan yang ditekankan meliputi stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, dan dukungan terhadap sektor riil melalui stimulus fiskal terukur. Selain itu, otoritas moneter berupaya menyeimbangkan kebijakan suku bunga agar tidak menghambat pertumbuhan investasi.
Berikut adalah gambaran singkat pergerakan IHSG pada hari tersebut:
| Waktu | Level |
|---|---|
| Pembukaan | 6.450,00 |
| Penutupan | 6.410,00 |
| Perubahan | -0,62% |
Dengan fondasi ekonomi yang tetap kuat, para analis memperkirakan pasar akan membutuhkan waktu untuk menstabilkan kembali sentimen. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus berkoordinasi dalam mengelola kebijakan moneter dan fiskal guna menekan volatilitas dan mendukung pemulihan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.