Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Pengurus Pusat Majelis Kebangsaan Republik Indonesia (PMKRI) menilai bahwa narasi yang menyatakan masyarakat pedesaan tidak akan merasakan dampak depresiasi dolar Amerika Serikat merupakan upaya menolak realitas ekonomi global yang sedang berlangsung.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh PMKRI:
- Dolar AS mengalami depresiasi signifikan sejak kuartal pertama tahun ini.
- Ketergantungan daerah pedesaan pada barang impor tidak berkurang, melainkan meningkat karena kurangnya produksi lokal.
- Kenaikan harga pangan akibat depresiasi dolar berdampak langsung pada keluarga berpendapatan rendah.
PMKRI menekankan pentingnya kebijakan yang lebih responsif, termasuk subsidi energi, perlindungan harga pangan, dan dukungan pembiayaan bagi petani lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pernyataan bahwa desa “tidak terdampak” dapat menimbulkan rasa aman palsu dan menghambat upaya penanggulangan inflasi di tingkat nasional.