Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan pentingnya pertemuan puncak NATO yang akan dilaksanakan di Ankara pada 7‑8 Juli 2024. Menurutnya, summit tersebut menjadi momentum krusial untuk memperkuat solidaritas dan kesiapan aliansi dalam menghadapi tantangan keamanan global, termasuk ancaman Rusia serta dinamika di Timur Tengah.
Erdogan menambahkan bahwa Turki, sebagai anggota NATO sejak 1952, siap menyediakan dukungan logistik dan keamanan bagi delegasi yang datang. Ia juga menyoroti peran strategis Turki yang terletak di persimpangan tiga benua, menjadikan negara ini sebagai titik penting dalam koordinasi pertahanan kolektif.
Berikut beberapa fokus utama yang diharapkan menjadi agenda KTT:
- Peningkatan kesiapan pertahanan kolektif NATO di wilayah Eropa Timur dan Laut Hitam.
- Penguatan kerjasama intelijen untuk melawan terorisme dan cyber‑attack.
- Evaluasi kontribusi keuangan anggota NATO, termasuk target belanja pertahanan 2% PDB.
- Diskusi mengenai modernisasi sistem persenjataan dan interoperabilitas antar angkatan bersenjata.
Erdogan juga menekankan pentingnya dialog terbuka antar pemimpin NATO untuk mengatasi perbedaan pandangan, terutama terkait kebijakan luar negeri Turki. Ia berharap KTT di Ankara dapat menghasilkan keputusan yang tegas dan implementasi yang cepat, sehingga aliansi tetap relevan di era ketidakpastian geopolitik.
Para pemimpin NATO dari lebih dua puluh negara diperkirakan akan hadir, termasuk Presiden Amerika Serikat, Perdana Menteri Inggris, dan Sekretaris Jenderal aliansi. Keputusan yang dihasilkan pada KTT ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan pertahanan dan keamanan NATO selama beberapa tahun ke depan.