Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Kapolri menegaskan pencapaian signifikan dalam program pertanian Polri dengan melaporkan hasil panen jagung yang siap diekspor ke Malaysia. Pada pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri mengungkapkan bahwa 100 ton jagung hasil kebun Polri telah lolos uji kualitas dan akan segera dikirim ke pasar internasional.
Program kebun jagung Polri, yang diluncurkan sejak 2022, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspor bagi institusi kepolisian. Target produksi pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 3,9 juta ton, mencerminkan pertumbuhan tahunan yang konsisten.
- Volume ekspor pertama: 100 ton ke Malaysia.
- Target produksi 2025: 3,9 juta ton.
- Manfaat: meningkatkan pendapatan Polri, mendukung ketahanan pangan, serta memperkuat hubungan dagang bilateral.
Ekspor jagung ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan bagi devisa negara serta membuka peluang kerja bagi petani lokal yang terlibat dalam rantai pasokan. Pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pertanian institusi, termasuk penyediaan fasilitas penyimpanan, logistik, dan sertifikasi mutu internasional.
Selanjutnya, Polri berencana memperluas pasar ekspor ke negara‑negara lain di Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan teknologi budidaya melalui kerja sama dengan lembaga riset pertanian. Dengan demikian, kebun jagung Polri tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga contoh inovasi dalam sektor pertanian publik.