Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pada akhir pekan lalu, hujan lebat yang melanda wilayah Tugu dan Ngaliyan di Kota Semarang menyebabkan banjir meluas, menggenangi jalanan dan rumah warga. Sekitar 1.200 keluarga dilaporkan terdampak, dengan sejumlah rumah mengalami kerusakan struktural dan kehilangan harta benda.
Menanggapi keadaan darurat tersebut, Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) menggerakkan tim penanganan banjir yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, serta relawan masyarakat. Upaya penanganan tidak hanya terbatas pada pengerukan dan pemasangan pompa, melainkan juga mencakup pemenuhan kebutuhan sosial korban.
Bantuan Sosial yang Disalurkan
- Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan mie instant untuk masing‑masing 10 kg.
- Uang tunai bantuan darurat senilai Rp500.000 per rumah tangga.
- Perlengkapan kebersihan seperti sabun, sikat, dan masker.
- Paket kesehatan yang meliputi obat-obatan dasar dan vitamin.
Distribusi bantuan dilakukan di balai desa masing‑masing pada hari Senin, 13 Mei 2024, dengan melibatkan ketua RT setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Langkah Lanjutan Pemkot Semarang
Selain bantuan langsung, Pemkot berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur drainase di kawasan rawan banjir. Rencana renovasi meliputi pembersihan selokan, pemasangan sumur resapan, dan pembangunan tanggul mikro. Dinas Sosial juga akan membuka posko konseling psikologis bagi warga yang mengalami trauma akibat banjir.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menilai respons cepat Pemkot Semarang sebagai contoh penanganan bencana berbasis kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan warga yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal. Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam upaya mitigasi banjir, baik melalui gotong‑royong maupun pelaporan dini kepada pihak berwenang.