Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Beijing pada sore hari Jumat, 15 Mei 2024, menandai akhir kunjungan resmi tiga hari ke Republik Rakyat China.
Trump tiba di ibu kota China pada Selasa pekan sebelumnya dan langsung menggelar pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, termasuk tarif perdagangan, akses pasar, serta transfer teknologi antara perusahaan-perusahaan Amerika dan China.
Selama kunjungan, Presiden Trump juga melakukan pemberhentian singkat di Shanghai, di mana ia menghadiri sebuah forum bisnis yang mempertemukan pengusaha Amerika dengan mitra China. Di forum tersebut, Trump menekankan pentingnya “level playing field” bagi perusahaan Amerika serta menolak praktik proteksionisme yang dianggap menghambat kompetisi.
Isu-isu sensitif seperti kebebasan berpendapat di Hong Kong, situasi di Xinjiang, serta status Taiwan tetap menjadi poin perdebatan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus mengadakan dialog, meski tidak ada kesepakatan konkrit yang diumumkan pada akhir kunjungan.
Reaksi domestik di Amerika Serikat beragam; pendukung Trump menyambut langkah diplomatik sebagai upaya mengurangi ketegangan perdagangan, sementara kritikus menilai kunjungan tersebut tidak menghasilkan perubahan signifikan dalam kebijakan China. Di sisi lain, pejabat China menegaskan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral dan mengundang dialog lebih lanjut.
- Durasi kunjungan: 3 hari (Selasa‑Jumat)
- Lokasi utama: Beijing dan Shanghai
- Topik utama: perdagangan, tarif, teknologi, hak asasi manusia
- Hasil: tidak ada perjanjian resmi, namun ada kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan
Para pengamat menilai kunjungan ini sebagai langkah diplomatik penting di tengah ketegangan ekonomi global, namun menekankan bahwa realisasi kebijakan yang lebih konkret masih diperlukan untuk mengubah dinamika hubungan AS‑China.