Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya prioritas penggunaan produk lokal, khususnya telur, dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG). Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, serta memastikan kecukupan gizi masyarakat Indonesia.
Instruksi tersebut menyoroti tiga fokus utama: pertama, pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui peningkatan konsumsi telur nasional; kedua, pemberdayaan peternak telur kecil dan menengah agar dapat berpartisipasi secara optimal dalam rantai pasokan MBG; ketiga, penguatan jaringan distribusi produk lokal agar lebih mudah dijangkau oleh institusi pendidikan, rumah sakit, dan lembaga pemerintah yang menjadi pengguna utama MBG.
Untuk mewujudkan hal tersebut, SPPG direncanakan melaksanakan langkah-langkah berikut:
- Mengidentifikasi dan memetakan peternak telur bersertifikat di seluruh wilayah Indonesia.
- Memberikan pelatihan teknis dan bantuan modal kepada peternak untuk meningkatkan produksi dan kualitas telur.
- Menetapkan standar kualitas telur yang harus dipenuhi oleh pemasok MBG.
- Mengintegrasikan sistem logistik berbasis teknologi untuk memantau pengiriman telur dari peternak ke titik konsumsi.
- Mengadakan kampanye edukasi gizi yang menekankan manfaat telur bagi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu hamil.
Pengutamaan produk lokal diperkirakan dapat menurunkan biaya akuisisi bahan makanan dalam program MBG, sekaligus menciptakan efek multiplier bagi ekonomi daerah, khususnya di wilayah pedesaan yang mayoritas penduduknya bergantung pada peternakan.
Selain manfaat ekonomi, kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan indeks gizi nasional. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, vitamin B12, serta mineral penting seperti selenium dan fosfor yang berperan dalam pertumbuhan otak dan sistem kekebalan tubuh.
Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan, antara lain kebutuhan infrastruktur penyimpanan dingin di daerah terpencil, serta memastikan kepatuhan standar kebersihan dan keamanan pangan. Oleh karena itu, BGN menekankan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, serta lembaga keuangan untuk menyediakan dukungan teknis dan finansial yang memadai.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Program MBG dapat menjadi contoh nyata integrasi kebijakan gizi, pemberdayaan peternak lokal, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.