Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan keprihatinannya atas masalah sampah yang belum menemukan solusi memadai di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan internal, Zulhas mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara pribadi menaruh perhatian khusus pada isu ini karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan publik, lingkungan, dan perekonomian.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Zulhas dalam rapat tersebut:
- Kurangnya infrastruktur pengolahan sampah di daerah perifer menyebabkan akumulasi sampah di wilayah perkotaan.
- Regulasi yang ada belum sepenuhnya mengikat sektor swasta untuk berinvestasi dalam teknologi daur ulang.
- Kebutuhan akan edukasi masyarakat yang lebih intensif mengenai pemilahan sampah di sumber.
- Peningkatan anggaran khusus untuk pengembangan TPA modern dan fasilitas kompos skala kecil.
Presiden Prabowo menekankan bahwa penanganan sampah harus menjadi agenda lintas sektoral, melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam mengatasi sampah dapat menurunkan citra Indonesia di mata investor asing dan menghambat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Zulhas mengusulkan pembentukan tim kerja khusus yang akan menyusun roadmap lima tahun ke depan. Roadmap tersebut mencakup target pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA sebesar 20 persen, peningkatan tingkat daur ulang menjadi 50 persen, serta penerapan kebijakan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Penguatan regulasi, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini mengganjal. Dengan komitmen politik yang kuat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Indonesia dapat bergerak menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.