Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda, menegaskan bahwa pers memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam memerangi penyebaran hoaks dan disinformasi. Menurutnya, media massa tidak hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga berfungsi sebagai filter kritis yang dapat menilai kebenaran informasi sebelum sampai ke publik.
Fenomena hoaks yang semakin marak dipicu oleh pertumbuhan platform digital dan kemudahan akses informasi. Untuk menanggulangi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital telah meluncurkan serangkaian inisiatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, penyedia platform, serta komunitas media.
- Penguatan unit verifikasi fakta di masing‑masing media dengan pelatihan dan dukungan teknis.
- Peningkatan kerja sama dengan platform digital untuk mendeteksi dan menghapus konten palsu secara cepat.
- Penyuluhan literasi digital kepada masyarakat melalui program edukasi di sekolah dan lembaga masyarakat.
- Pengembangan standar etik jurnalistik yang menekankan prosedur verifikasi sebelum publikasi.
Fifi Aleyda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak organisasi pers, akademisi, dan LSM untuk bersama‑sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, dimana fakta dapat dipertanggungjawabkan dan publik dapat menerima informasi yang akurat.
Dengan mengoptimalkan peran pers, pemerintah berharap dapat menurunkan tingkat penyebaran berita palsu serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap media resmi.