Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan publik, Sudirman Said menekankan pentingnya kemandirian institusi perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi bangsa. Menurutnya, universitas yang bebas dari kepentingan politik maupun komersial akan lebih mampu menghasilkan lulusan yang kritis, inovatif, dan siap memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.
Sudirman juga menyoroti peran strategis Universitas Harapan Nusantara (UHN) yang baru-baru ini meluncurkan program beasiswa luas mencakup 12 provinsi di Indonesia serta negara‑negara anggota ASEAN. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara finansial, sekaligus memperkuat jaringan kolaborasi regional.
Berikut rincian utama program beasiswa UHN:
- Target penerima: Mahasiswa sarjana dan pascasarjana dengan IPK minimal 3,00.
- Cakupan wilayah: 12 provinsi di Indonesia serta lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina).
- Manfaat: Biaya kuliah penuh, tunjangan hidup, serta akses ke program magang dan penelitian bersama industri.
- Persyaratan tambahan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Dengan kebijakan semacam ini, Sudirman Said berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi motor penggerak solusi praktis bagi masalah-masalah seperti pengangguran, ketimpangan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa independensi kampus harus dijaga melalui transparansi keuangan, kebebasan akademik, dan mekanisme akuntabilitas yang kuat. Hanya dengan fondasi tersebut, institusi pendidikan dapat berperan efektif sebagai agen perubahan yang dipercaya oleh masyarakat luas.