Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Mantan komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero), Riza Primadi, menegaskan bahwa penerapan Double Double Track (DDT) menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko tabrakan antara kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta listrik perkotaan (KRL) di wilayah Bekasi Timur. Menurutnya, DDT memungkinkan dua jalur lintas ganda yang beroperasi secara terpisah, sehingga alur pergerakan kereta dapat dipisahkan secara fisik dan meminimalkan konflik lintas.
Berbagai insiden tabrakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan keprihatinan publik dan menyoroti keterbatasan infrastruktur jalur tunggal. Dengan DDT, setiap arah perjalanan memiliki dua lintasan yang masing‑masing didedikasikan untuk KAJJ dan KRL, sehingga tidak ada lagi kebutuhan untuk berbagi satu lintasan yang sama.
Berikut adalah beberapa keunggulan utama DDT yang diuraikan oleh Riza Primadi:
- Peningkatan Kapasitas: Memungkinkan penambahan frekuensi layanan tanpa mengorbankan keselamatan.
- Pengurangan Risiko Tabrakan: Jalur yang terpisah secara fisik mengeliminasi titik konflik antara kereta jarak jauh dan KRL.
- Efisiensi Operasional: Jadwal kereta dapat disusun lebih fleksibel karena tidak lagi tergantung pada sinyal silang.
- Penghematan Biaya Jangka Panjang: Meskipun investasi awal tinggi, DDT mengurangi biaya perbaikan kerusakan akibat kecelakaan.
Implementasi DDT di Bekasi Timur direncanakan melalui beberapa fase. Tahap pertama fokus pada pembangunan rel tambahan di zona rawan konflik, diikuti dengan instalasi sistem sinyal otomatis dan integrasi kontrol pusat. Berikut rangkaian waktu perkiraan pelaksanaan:
| Fase | Deskripsi | Perkiraan Waktu |
|---|---|---|
| Fase I | Pembebasan lahan dan pemasangan rel tambahan | 2024‑2025 |
| Fase II | Instalasi sinyal digital dan sistem kontrol terpusat | 2025‑2026 |
| Fase III | Uji coba operasional dan serah terima | 2026‑2027 |
Riza Primadi menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan alokasi anggaran yang memadai menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Ia berharap DDT tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga menjadi model bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Dengan keberhasilan implementasi DDT, diharapkan Bekasi Timur akan menjadi contoh inovasi infrastruktur kereta api yang mampu menjawab tekanan pertumbuhan mobilitas sekaligus menjaga standar keselamatan tertinggi.