Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Seorang siswa kelas enam di SDN Jogjogan 01, Bogor, bernama Daniel yang berusia 11 tahun mengaku bahwa ia kini lebih antusias untuk berangkat ke sekolah. Perubahan itu muncul setelah sekolah memperkenalkan menu baru berupa ayam katsu MBG (Makan Bersama Gizi) dalam kantin harian.
Ayam katsu yang disajikan secara rutin menggantikan menu tradisional yang sebelumnya kurang diminati siswa. Menurut kepala sekolah, hidangan tersebut dipilih karena mengandung protein tinggi, karbohidrat kompleks, dan sayuran segar, sehingga memenuhi standar gizi anak usia sekolah.
Daniel menjelaskan, “Dulu saya sering menunda pergi ke sekolah karena makan siangnya tidak menarik. Sekarang, setiap kali mendengar kata ‘katsu’, saya langsung semangat karena rasanya enak dan saya tahu itu baik untuk tubuh saya.”
Guru kelasnya, Ibu Siti, menambahkan bahwa semangat belajar siswa meningkat seiring dengan kepuasan mereka terhadap makanan. “Kami melihat perubahan positif dalam konsentrasi dan partisipasi kelas setelah menu baru diperkenalkan,” ujarnya.
- Protein tinggi membantu pertumbuhan otot dan daya tahan.
- Karbohidrat kompleks memberi energi berkelanjutan sepanjang hari.
- Sayuran segar meningkatkan asupan vitamin dan mineral.
Program MBG di SDN Jogjogan 01 merupakan bagian dari inisiatif Dinas Pendidikan Bogor untuk meningkatkan kualitas gizi sekolah. Dinas berharap bahwa dengan memperbaiki pola makan, motivasi belajar siswa akan terus meningkat.
Keberhasilan pilot ini menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah Jawa Barat untuk meninjau kembali menu kantin mereka. Jika tren ini terus berlanjut, kemungkinan besar lebih banyak institusi pendidikan akan mengadopsi menu berbasis protein seperti ayam katsu, yang tidak hanya lezat tetapi juga menyehatkan.