Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) pada Sabtu, 2 Mei 2026, menerima audiensi dari perwakilan dokter internship berbagai institusi pendidikan setelah empat dokter internship meninggal dalam tiga bulan terakhir.
Kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan tenaga medis dan menyoroti perlunya peninjauan kembali sistem internship yang selama ini menjadi tahap penting dalam pembentukan kompetensi dokter umum.
Empat dokter yang meninggal merupakan lulusan terbaru yang tengah menjalani program internship di rumah sakit pendidikan. Penyebab kematian masih dalam penyelidikan, namun sejumlah faktor seperti beban kerja berlebih, kurangnya dukungan psikologis, serta potensi kelalaian dalam pengawasan klinis menjadi sorotan utama.
PP PDUI menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek program internship, meliputi:
- Peninjauan beban kerja dan jam kerja yang realistis bagi dokter internship.
- Peningkatan sistem pendampingan dan supervisi klinis oleh dokter senior.
- Penyediaan layanan kesehatan mental dan konseling bagi intern.
- Penguatan protokol keselamatan pasien dan intern di setiap rumah sakit pendidikan.
- Audit independen terhadap fasilitas dan sumber daya yang tersedia untuk intern.
Selain itu, PP PDUI mengusulkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari perwakilan institusi pendidikan, rumah sakit, serta regulator kesehatan untuk melakukan monitoring dan pelaporan rutin.
Reaksi dari institusi pendidikan dan rumah sakit beragam. Sebagian menyatakan komitmen untuk memperbaiki standar, sementara yang lain menyoroti keterbatasan sumber daya sebagai tantangan utama.
Para ahli kesehatan publik menilai bahwa kejadian ini dapat menjadi momentum penting untuk mereformasi sistem internship, yang selama ini sering kali dihadapkan pada tekanan operasional dan kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan dokter muda.
Jika rekomendasi PDUI diimplementasikan secara konsisten, diharapkan tidak hanya menurunkan risiko kematian dan kecelakaan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.