Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Pendidikan tetap menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Menyadari hal tersebut, Perusahaan Negara Mitra (PNM) meluncurkan program komprehensif yang menargetkan peningkatan akses pendidikan di wilayah-wilayah terpencil melalui pemberian beasiswa serta pendirian “Ruang Pintar“.
Program beasiswa PNM difokuskan pada siswa berprestasi yang berasal dari daerah dengan tingkat akses pendidikan terbatas. Beasiswa mencakup biaya kuliah, buku, dan kebutuhan hidup dasar selama masa studi. Berikut adalah beberapa kriteria utama penerima beasiswa:
- Berasal dari daerah dengan indeks pembangunan manusia (IPM) di bawah rata-rata nasional.
- Memiliki prestasi akademik minimal nilai rata-rata 8,0.
- Berkomitmen untuk kembali dan berkontribusi pada pembangunan daerah asal setelah selesai studi.
Selain beasiswa, PNM membangun “Ruang Pintar” yang berfungsi sebagai pusat belajar modern lengkap dengan fasilitas digital, laboratorium komputer, dan perpustakaan mini. Setiap ruang dilengkapi dengan koneksi internet berkecepatan tinggi serta materi pembelajaran interaktif yang dapat diakses oleh siswa dan guru setempat.
Berikut rincian alokasi dana dan target capaian program selama tiga tahun ke depan:
| Tahun | Jumlah Beasiswa | Ruang Pintar Dibangun | Anggaran (Rp) |
|---|---|---|---|
| 2024 | 500 | 15 | 150.000.000.000 |
| 2025 | 750 | 25 | 250.000.000.000 |
| 2026 | 1.000 | 35 | 350.000.000.000 |
Direktur Utama PNM, Budi Santoso, menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan langkah strategis untuk menutup kesenjangan pembangunan antar wilayah. “Dengan beasiswa dan ruang belajar yang memadai, generasi muda di daerah dapat mengakses ilmu pengetahuan setara dengan mereka di kota besar,” ujarnya.
Hingga akhir 2023, lebih dari 300 siswa telah menerima beasiswa pertama, dan 12 Ruang Pintar telah beroperasi di provinsi Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan rata-rata nilai ujian nasional sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga lain dalam memperluas jangkauan pendidikan berkualitas, sekaligus memperkuat peran PNM sebagai kontributor utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.