Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpar) melakukan kunjungan ke Sumatera Barat pada Jumat (1/5) untuk memberikan apresiasi langsung atas perkembangan sektor pariwisata daerah tersebut. Selama berada di Padang, Menpar menilai bahwa peningkatan kualitas layanan, pelestarian budaya Minangkabau, serta pengembangan destinasi alam telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam kesempatan yang sama, Menpar menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Ia menekankan bahwa destinasi wisata alam seperti Danau Maninjau, Pulau Mentawai, dan kawasan pegunungan harus dikelola secara berkelanjutan agar tetap menarik bagi generasi selanjutnya.
Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meluncurkan kampanye baru yang menargetkan pelestarian hutan nasional. Kampanye tersebut mencakup beberapa langkah strategis, antara lain:
- Penyusunan regulasi yang memperketat izin penebangan ilegal.
- Peningkatan pendanaan bagi program reboisasi dan penanaman kembali pohon di daerah rawan degradasi.
- Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat serta sektor swasta untuk program adopsi hutan.
- Penerapan sistem pemantauan berbasis teknologi satelit untuk mengidentifikasi kerusakan hutan secara real time.
- Edukasi publik melalui media sosial dan program pendidikan lingkungan di sekolah.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi laju deforestasi, meningkatkan penyerapan karbon, serta mendukung ekonomi hijau yang sejalan dengan agenda pariwisata berkelanjutan. Menpar menambahkan bahwa perlindungan hutan tidak hanya penting bagi konservasi, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman ekowisata.
Sinergi antara kementerian pariwisata dan DPR diharapkan menghasilkan kebijakan terintegrasi yang mengoptimalkan potensi alam Sumatera Barat sekaligus memastikan kelestariannya untuk masa depan.