Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Astra International mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I tahun 2026, menurun 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi oleh tekanan pada pasar otomotif global serta fluktuasi nilai tukar.
Meski demikian, lini usaha otomotif dan jasa keuangan tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Otomotif mencatatkan peningkatan penjualan kendaraan bermotor sebesar 3,2% YoY, sementara unit usaha jasa keuangan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,8%.
| Lini Usaha | Laba (Rp Triliun) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Otomotif | 2,10 | +3,2% |
| Jasa Keuangan | 1,75 | +5,8% |
| Lainnya | 2,00 | -30,1% |
Faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan laba antara lain:
- Penurunan permintaan kendaraan di pasar Asia Tenggara.
- Kenaikan biaya bahan baku dan logistik.
- Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Manajemen Astra menegaskan komitmen untuk memperkuat portofolio produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas layanan keuangan digital guna mengembalikan pertumbuhan laba di kuartal berikutnya.