Setapak Langkah – 28 April 2026 | Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, antisipasi masyarakat Indonesia terhadap turnamen sepak bola terbesar dunia memuncak. Kegembiraan ini tidak hanya terlihat pada stadion, melainkan juga di ruang tamu, kafe, dan area publik yang mengadakan acara nonton bareng (nobar).
| Kategori | Estimasi Pengeluaran per Nobar (IDR) |
|---|---|
| Makanan ringan | 15.000–30.000 |
| Minuman | 5.000–15.000 |
| Delivery fee | 3.000–7.000 |
| Total per orang | 23.000–52.000 |
Platform pengantaran makanan seperti Gojek dan GrabFood menjadi perantara utama antara konsumen dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan integrasi aplikasi, warung kopi, kedai gorengan, dan penjual bakso dapat memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka outlet fisik tambahan.
Manfaat ekonomi yang diidentifikasi meliputi:
- Peningkatan omzet rata‑rata UMKM sebesar 20‑35 % selama periode turnamen.
- Penciptaan lapangan kerja temporer bagi driver dan staf operasional.
- Peningkatan adopsi teknologi digital di kalangan pelaku usaha tradisional.
Namun, terdapat tantangan yang harus diatasi, antara lain keterbatasan infrastruktur logistik di daerah padat penduduk, kebutuhan standar kebersihan yang lebih tinggi, serta kesenjangan literasi digital di antara pemilik UMKM.
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi nobar, para pelaku UMKM disarankan melakukan langkah‑langkah berikut:
- Mendaftar pada platform pengantaran terkemuka dan melengkapi profil usaha secara lengkap.
- Menyiapkan menu yang mudah dikirim dan tetap menjaga kualitas rasa.
- Mengoptimalkan kemasan ramah lingkungan untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kepuasan konsumen.
- Berpartisipasi dalam program promosi khusus turnamen yang diselenggarakan platform.
- Menggunakan sistem pembayaran digital untuk mempercepat proses transaksi.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang memfasilitasi akses kredit mikro dan pelatihan digital, sektor UMKM dapat menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.