Setapak Langkah – 27 April 2026 | PT Asli (ASLI) menargetkan pendapatan sebesar Rp710 miliar pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan di sektor konstruksi nasional.
Strategi terintegrasi yang diusung mencakup peningkatan kualitas pipeline proyek, optimalisasi efisiensi operasional, serta adopsi teknologi modern untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komponen utama strategi
- Pengembangan pipeline proyek: Memperluas portofolio proyek infrastruktur dan properti dengan fokus pada proyek bernilai tinggi.
- Efisiensi biaya: Implementasi sistem manajemen biaya berbasis digital untuk menurunkan overhead dan meningkatkan margin keuntungan.
- Inovasi teknologi: Penggunaan BIM (Building Information Modeling) dan alat‑alat otomatisasi untuk mempercepat siklus konstruksi.
- Sustainability: Mengintegrasikan prinsip bangunan hijau dan material ramah lingkungan dalam setiap proyek.
- Kemitraan strategis: Membentuk aliansi dengan kontraktor, pemasok bahan bangunan, dan lembaga keuangan untuk memperkuat rantai nilai.
Proyeksi pendapatan (Rp Miliar)
| Tahun | Target Pendapatan |
|---|---|
| 2023 | 550 |
| 2024 | 610 |
| 2025 | 660 |
| 2026 | 710 |
Dengan target tersebut, ASLI berharap dapat meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan industri konstruksi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur.
Namun, perusahaan juga mengakui tantangan yang harus dihadapi, antara lain fluktuasi harga material, persaingan ketat, serta kebutuhan akan tenaga kerja terampil. Untuk mengatasi hal ini, ASLI berencana meningkatkan program pelatihan internal serta memperkuat hubungan dengan institusi pendidikan.
Jika rencana berjalan sesuai harapan, ASLI tidak hanya akan mencapai target keuangan, tetapi juga memperkokoh reputasinya sebagai pemain utama yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan dalam industri konstruksi Indonesia.