Setapak Langkah – 26 April 2026 | Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan meningkatkan upaya pencegahan banjir dengan melakukan pengerukan secara rutin pada sepuluh titik rawan setiap harinya. Program ini merupakan respons terhadap meningkatnya curah hujan dan ancaman meluapnya sungai di wilayah selatan ibu kota.
Setiap titik yang dipilih merupakan lokasi yang selama bertahun‑tahun sering mengalami genangan air, terutama pada musim hujan. Tim teknis melakukan survei awal, menandai area kritis, dan menjadwalkan pengerukan selama 24 jam. Proses pengerukan meliputi penghilangan endapan lumpur, pasir, dan material lain yang menghambat aliran air.
Berikut tahapan utama dalam pelaksanaan program:
- Identifikasi titik rawan melalui data historis dan pemantauan real‑time.
- Pembentukan tim kerja yang terdiri dari operator alat berat, ahli hidrologi, dan tenaga lapangan.
- Pengerukan menggunakan ekskavator dan dumper selama minimal enam jam per titik.
- Pengawasan kualitas pengerukan untuk memastikan kedalaman yang memadai.
- Pelaporan harian kepada Kepala Dinas SDA dan pemangku kepentingan terkait.
Hasil sementara menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat genangan di area yang telah di‑keruk. Warga sekitar melaporkan berkurangnya risiko banjir di pekarangan dan jalan setempat.
Pemerintah Kota Jakarta juga mendukung inisiatif ini dengan menyediakan anggaran khusus untuk operasional alat berat, bahan bakar, serta pelatihan bagi petugas lapangan. Diharapkan, dengan konsistensi pengerukan harian, wilayah Jakarta Selatan dapat menahan beban air hujan yang tinggi tanpa menimbulkan kerusakan yang luas.
Keberlanjutan program bergantung pada koordinasi lintas sektoral, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan saluran drainase.