Setapak Langkah – 26 April 2026 | Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) berhasil memindahkan satu ekor orangutan liar ke habitat baru di Kabupaten Kayong Utara. Upaya ini merupakan bagian dari program konservasi yang bertujuan mengurangi konflik manusia‑satwa serta melindungi populasi orangutan yang semakin terancam.
Proses translokasi dimulai dengan penangkapan hati‑hati menggunakan tim veteriner dan ahli satwa liar. Setelah berhasil menangkap individu tersebut, ia langsung dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes darah, pemeriksaan gigi, dan penilaian kondisi fisik secara umum.
- Pemeriksaan Kesehatan: Memastikan tidak ada penyakit menular yang dapat menyebar ke populasi lokal.
- Adaptasi di Cagar: Orangutan diberikan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan penangkaran sementara menunggu kondisi cuaca dan keamanan di lokasi tujuan.
- Transportasi: Pengiriman dilakukan menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi ventilasi dan penyangga untuk mengurangi stres.
- Rilis di Habitat Baru: Pada hari Rabu, individu tersebut dilepas di kawasan hutan lindung Kayong Utara yang memiliki sumber makanan melimpah dan minim interaksi dengan manusia.
Setelah dilepas, tim BKSDA dan YIARI melakukan pemantauan jarak jauh menggunakan pelacak GPS selama tiga bulan pertama. Data awal menunjukkan bahwa orangutan tersebut mulai menjelajah area baru, mencari buah-buahan, dan berinteraksi dengan populasi satwa lain secara alami.
Keberhasilan translokasi ini diharapkan menjadi contoh bagi upaya konservasi serupa di wilayah lain. Pihak terkait menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga, dukungan masyarakat lokal, dan penegakan regulasi perlindungan habitat untuk memastikan kelangsungan hidup orangutan di Kalimantan Barat.