Setapak Langkah – 26 April 2026 | Program budidaya padi biosalin yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menghasilkan total 176 ton padi pada lahan seluas 22 hektar di pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan lahan marginal yang terkontaminasi garam laut menjadi area produktif melalui penggunaan varietas padi yang toleran terhadap salinitas tinggi. Selama tiga tahun pertama, tim riset menguji tiga varietas padi biosalin, kemudian memilih satu varietas unggulan yang dapat menghasilkan 8 ton per hektar meski dengan kadar garam tanah mencapai 8‑10 dS/m.
- Luas lahan yang ditanami: 22 ha
- Produksi total: 176 ton
- Produktivitas rata‑rata: 8 ton/ha
- Kadar garam tanah: 8‑10 dS/m
Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi petani pesisir yang sebelumnya terpaksa mengalihkan lahan ke kegiatan non‑pertanian karena tingkat salinitas yang menghambat pertumbuhan tanaman tradisional. Dengan padi biosalin, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dapat menyumbang pendapatan dan mengurangi tekanan migrasi penduduk ke kota.
PGN‑BRIN merencanakan replikasi model ini ke 10 wilayah pesisir lainnya dalam lima tahun ke depan, dengan target total produksi nasional mencapai lebih dari 2.000 ton padi biosalin. Dukungan pemerintah daerah dan kementerian pertanian diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ini melalui penyediaan bibit, pelatihan, dan bantuan finansial.
Secara ekonomi, peningkatan produksi padi pada lahan marginal dapat menambah nilai tambah bagi sektor pertanian, mengurangi impor beras, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.