Setapak Langkah – 26 April 2026 | Antara, 26 April 2026 – Pada upacara puncak Seba yang dihadiri oleh 1.552 anggota suku Badui, Gubernur Banten menyampaikan tekad kuat pemerintah provinsi untuk melindungi keberlangsungan adat Badui yang telah berakar sejak ratusan tahun lalu. Acara tradisional ini menjadi ajang pertemuan penting bagi komunitas Badui, sekaligus momen bagi pihak berwenang untuk menegaskan dukungan terhadap budaya lokal.
Adat Badui, yang dikenal dengan prinsip hidup mandiri, menolak penggunaan teknologi modern dan tetap menjalankan sistem sosial yang berlandaskan kekerabatan serta aturan turun-temurun. Upacara Seba merupakan ritual puncak yang menandai fase penting dalam siklus kehidupan masyarakat Badui, melibatkan serangkaian persembahan, nyanyian, dan tarian yang sarat makna spiritual.
Gubernur Banten, dalam sambutannya, menegaskan: “Kami berkomitmen penuh untuk melindungi dan mengembangkan keberlangsungan adat Badui melalui kebijakan yang bersifat inklusif, penghormatan terhadap hak adat, serta penyediaan sarana yang mendukung kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu nilai-nilai tradisional mereka.” Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menjalin kerja sama yang erat dengan tokoh adat setempat untuk memastikan kebijakan yang diambil bersifat partisipatif.
Berikut ini adalah langkah-langkah konkret yang direncanakan pemerintah provinsi Banten:
- Menyusun regulasi perlindungan hak atas tanah adat Badui agar tidak terjadi sengketa lahan.
- Mendirikan pusat dokumentasi budaya Badui yang berfungsi sebagai arsip tradisi, bahasa, dan pengetahuan lokal.
- Mengalokasikan dana khusus untuk program pendidikan budaya yang melibatkan generasi muda Badui, termasuk pelatihan ketrampilan tradisional.
- Memberikan insentif bagi desa-desa Badui yang berhasil mempertahankan pola hidup berkelanjutan, misalnya melalui program energi terbarukan yang disesuaikan dengan kearifan lokal.
- Fasilitasi dialog rutin antara pemerintah, lembaga akademik, dan tokoh adat untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang pengembangan budaya.
Meski dukungan pemerintah terlihat positif, tantangan tetap ada. Tekanan modernisasi, pertambangan, serta kepentingan infrastruktur seringkali berbenturan dengan nilai-nilai adat Badui. Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya pendekatan yang menghormati kearifan lokal sekaligus memastikan pembangunan berkelanjutan.
Dengan komitmen yang jelas dan langkah-langkah terstruktur, diharapkan keberlangsungan adat Badui dapat terjaga, sekaligus menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dapat selaras dengan warisan budaya yang unik.