Setapak Langkah – 25 April 2026 | Pedagang ikan hias di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, menyuarakan keluhan serius terkait penurunan drastis jumlah pembeli. Menurut mereka, kondisi pasar yang dulu ramai kini hampir sepi, menyebabkan pendapatan menurun tajam.
Beberapa faktor utama yang diidentifikasi meliputi:
- Keterbatasan promosi dan pemasaran yang tidak menyesuaikan dengan tren konsumen modern.
- Kurangnya fasilitas pendukung seperti pendinginan dan pencahayaan yang optimal untuk menjaga kualitas ikan.
- Rendahnya koordinasi antara pelaku pasar dengan pemerintah daerah dalam program pembinaan.
Para penjual menilai bahwa upaya pembinaan yang dijanjikan belum terealisasi secara menyeluruh. Misalnya, pelatihan mengenai teknik penanganan ikan hias, strategi penjualan online, serta bantuan modal masih belum sampai ke lapangan.
Pengamat ekonomi mikro menilai bahwa penurunan penjualan ini tidak hanya mengancam mata pencaharian pedagang, tetapi juga mengganggu rantai nilai perikanan hias di wilayah tersebut. Jika tidak ditangani, risiko kehilangan tenaga kerja terampil dan penurunan diversifikasi produk perikanan dapat meningkat.
Untuk mengatasi situasi ini, beberapa rekomendasi telah diajukan:
- Penguatan program pelatihan digital bagi pedagang agar dapat memanfaatkan platform e‑commerce.
- Peningkatan infrastruktur pasar, termasuk instalasi sistem pendingin dan pencahayaan LED hemat energi.
- Penyediaan dana bantuan mikro dengan bunga rendah khusus untuk usaha ikan hias.
- Pembentukan forum koordinasi rutin antara pemerintah kota, asosiasi pedagang, dan lembaga perikanan.
Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta diharapkan dapat menindaklanjuti keluhan ini dengan mengadakan pertemuan evaluasi dan menyusun rencana aksi konkret dalam waktu dekat.