Setapak Langkah – 25 April 2026 | Kementerian Keuangan melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak keras rumor yang beredar bahwa kas negara hanya tersisa sebesar Rp120 triliun. Dalam konferensi pers terbaru, Menkeu menegaskan bahwa kondisi keuangan negara tetap kuat dan mampu mendanai seluruh program prioritas pemerintah serta bantuan sosial.
Fakta utama yang disampaikan:
- Kas negara sebesar Rp120 triliun merupakan saldo kas di Bank Indonesia pada akhir tahun fiskal, bukan total dana yang dapat digunakan pemerintah.
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 mencatat surplus anggaran sebesar Rp200 triliun, menandakan posisi fiskal yang sehat.
- Dana cadangan strategis dan likuiditas lainnya berada di luar laporan kas negara, memberikan ruang fiskal yang cukup untuk program pembangunan dan bantuan sosial.
Menkeu menambahkan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas untuk menambah belanja pada sektor-sektor kritis seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan tanpa mengorbankan stabilitas fiskal. \”Uang rakyat masih banyak, dan kami berkomitmen memastikan setiap rupiah digunakan secara optimal untuk kepentingan bersama,\” ujar Sri Mulyani.
Berita hoaks mengenai kekurangan kas negara seringkali muncul di media sosial tanpa verifikasi yang memadai. Kementerian Keuangan menekankan pentingnya mengandalkan sumber resmi seperti Laporan Keuangan Pemerintah dan data yang dipublikasikan di situs resmi Kemenkeu.
Berikut ini ringkasan data keuangan negara tahun 2023 dalam bentuk tabel:
| Komponen | Jumlah (Triliun Rp) |
|---|---|
| Pendapatan Negara | 6.000 |
| Pengeluaran Negara | 5.800 |
| Surplus Anggaran | 200 |
| Kas Negara (Saldo akhir) | 120 |
Dengan kondisi fiskal yang masih kuat, pemerintah menegaskan kesiapan untuk melanjutkan program-program prioritas serta memperluas jangkauan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.