Setapak Langkah – 25 April 2026 | Seorang jemaah haji asal Jakarta Timur, Pramasya, berangkat ke Tanah Suci dengan niat menggantikan almarhum ayahnya yang belum sempat menunaikan ibadah haji. Keputusan tersebut diambil setelah keluarga melakukan diskusi panjang dan memutuskan agar sang ayah dapat “menyelesaikan” kewajiban agama melalui badal haji.
Badal haji merupakan praktik di mana seseorang melaksanakan ibadah haji atas nama orang lain yang tidak mampu atau tidak sempat menunaikannya. Dalam kasus ini, Pramasya menyiapkan segala persiapan fisik, mental, dan finansial agar dapat melaksanakan ibadah dengan khusyu’ dan niat tulus.
- Persiapan fisik: rutin berolahraga, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan mengikuti pelatihan khusus haji.
- Persiapan administrasi: mengurus visa, tiket pesawat, serta dokumen resmi dari Kementerian Agama.
- Persiapan finansial: mengumpulkan dana melalui tabungan pribadi, bantuan keluarga, dan sumbangan dari kerabat.
Selama perjalanan, Pramasya menekankan pentingnya menjaga niat bersih dan melaksanakan setiap rukun haji dengan seksama. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan di Mekah dapat menjadi penghubung spiritual antara dirinya dan ayahnya yang telah meninggal.
Keberangkatan jemaah ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat, yang melihatnya sebagai contoh keteladanan dan rasa tanggung jawab keluarga dalam menunaikan kewajiban agama. Banyak yang mengungkapkan harapan agar niat baik ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan badal haji bagi kerabat yang sudah tiada.