Setapak Langkah – 25 April 2026 | Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah ambisius untuk memperluas jangkauan program gizi seimbang. Dalam periode mendatang, tim tersebut menargetkan pencapaian 126 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan menjadi ujung tombak penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat miskin dan rentan.
Selain penambahan SPPG, Satgas MBG NTB juga berkomitmen menyelesaikan dua infrastruktur penting yang selama ini menjadi kendala operasional:
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) – memastikan limbah cair dari dapur MBG diproses secara ramah lingkungan.
- Sarana Layanan Hasil Sanitasi (SLHS) – menyediakan fasilitas sanitasi yang layak di setiap titik layanan, termasuk toilet dan tempat cuci tangan.
Rencana tersebut didukung oleh alokasi anggaran khusus serta koordinasi lintas sektor, antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana. Berikut adalah rangkaian langkah yang direncanakan:
- Identifikasi wilayah prioritas berdasarkan tingkat kemiskinan dan prevalensi gizi buruk.
- Pengadaan dan penempatan peralatan dapur standar MBG di setiap SPPG yang terpilih.
- Pembangunan atau renovasi IPAL dan SLHS dengan melibatkan tenaga ahli lingkungan.
- Pelatihan staf lokal mengenai prosedur kebersihan, pengelolaan limbah, dan penyajian makanan bergizi.
- Monitoring dan evaluasi bulanan untuk memastikan target tercapai tepat waktu.
Dengan target 126 SPPG, diharapkan lebih dari 500 ribu warga NTB dapat mengakses makanan bergizi secara rutin, sekaligus meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui IPAL dan SLHS yang berfungsi optimal.
Pemerintah provinsi NTB menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan angka stunting dan mengurangi beban gizi buruk di daerah terpencil. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan layanan gizi dengan pengelolaan limbah dan sanitasi yang berkelanjutan.