Setapak Langkah – 24 April 2026 | Setelah Lebaran, permintaan layanan gadai di wilayah Ambalawi, Bima, mengalami lonjakan signifikan. Cabang PT Pegadaian Bima mencatat peningkatan transaksi gadai sebesar sekitar 30% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total transaksi mencapai 2.000 kali pada Maret 2024.
Data transaksi tiga bulan terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten:
| Bulan | Jumlah Transaksi |
|---|---|
| Januari 2024 | 1.200 |
| Februari 2024 | 1.560 |
| Maret 2024 | 2.000 |
Lonjakan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Masyarakat Ambalawi memilih emas sebagai sumber likuiditas karena:
- Emas memiliki nilai tukar yang stabil dan mudah dievaluasi.
- Proses pencairan gadai cepat, biasanya selesai dalam satu hari kerja.
- Dengan gadai, pemilik emas tidak kehilangan kepemilikan fisik aset.
- Tarif bunga yang kompetitif dibandingkan pinjaman bank tradisional.
Selain itu, peningkatan kebutuhan dana pasca Lebaran untuk kebutuhan konsumsi, renovasi rumah, dan pendidikan mendorong warga mencari alternatif pembiayaan yang fleksibel. Pegadaian menyediakan layanan yang mudah diakses, dengan jaringan kantor di seluruh wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, termasuk unit UPC Ambalawi yang menjadi titik fokus transaksi.
Para pedagang dan pelaku usaha mikro juga memanfaatkan gadai emas untuk menambah modal kerja tanpa harus menjual aset berharga mereka. Dengan demikian, layanan gadai tidak hanya berfungsi sebagai solusi likuiditas jangka pendek, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi lokal pasca periode libur panjang.