Setapak Langkah – 24 April 2026 | Jusuf Kalla bersama Perhimpunan Gerakan Islam Indonesia (PGI) kembali menegaskan pentingnya peran agama sebagai agen perdamaian setelah menggelar pertemuan di Jakarta. Penyampaian ini muncul sebagai respons atas polemik yang timbul dari sebuah ceramah JK yang belakangan viral di media sosial.
Dalam sambutannya, Kalla menekankan bahwa agama tidak boleh dijadikan alat politik semata, melainkan menjadi jembatan bagi dialog dan pemahaman lintas kepercayaan. Ia menambahkan bahwa dinamika sosial yang semakin kompleks menuntut sikap inklusif dan keterbukaan antarumat beragama.
- Pemahaman Utuh: Menyadari nilai-nilai universal yang terkandung dalam ajaran agama masing‑masing.
- Dialog Lintas Agama: Membuka ruang diskusi konstruktif untuk mengatasi kesalahpahaman.
- Kolaborasi Sosial: Menggerakkan komunitas agama dalam program kemanusiaan dan pembangunan.
PGI menambahkan bahwa peran agama sebagai agen perdamaian harus diiringi dengan tindakan nyata, seperti program edukasi toleransi di sekolah, kerja sama lintas lembaga, serta penyuluhan bagi pemuka agama di tingkat akar rumput.
Kalla menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam retorika sempit, melainkan mengedepankan sikap saling menghargai demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.