Setapak Langkah – 24 April 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, menegaskan komitmen Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Rakyat (SRA). Dalam rapat koordinasi yang diadakan setelah pelatihan manajemen pembelajaran bagi kepala sekolah, ia menyampaikan target ambisius: seluruh 166 SRA di Indonesia diharapkan dapat melewati proses akreditasi secara bertahap.
Akreditasi yang dimaksud merupakan penilaian formal oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN‑SM) yang menilai standar mutu pembelajaran, sarana prasarana, serta manajemen sekolah. Dengan akreditasi, SRA diharapkan dapat memperoleh pengakuan resmi, meningkatkan kepercayaan publik, dan membuka akses pendanaan tambahan.
Langkah-Langkah Implementasi
- Persiapan Dokumen: Kepala sekolah diminta mengumpulkan data profil sekolah, kurikulum, dan laporan keuangan dalam format standar Kemensos.
- Pelatihan Manajemen Pembelajaran: Kegiatan pelatihan yang baru saja selesai memberikan kemampuan kepada kepala sekolah dalam merancang program pembelajaran berbasis kompetensi.
- Audit Internal: Tim internal Kemensos akan melakukan penilaian awal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing‑masing SRA.
- Pengajuan ke BAN‑SM: Setelah memenuhi persyaratan, sekolah mengajukan permohonan akreditasi ke BAN‑SM.
- Monitoring dan Evaluasi: Kemensos akan memantau hasil akreditasi dan memberikan bantuan teknis bagi sekolah yang belum memenuhi standar.
Target 166 SRA tersebar di 34 provinsi, dengan prioritas pertama pada daerah yang belum memiliki sekolah akreditasi tinggi. Data distribusi sekolah dapat dilihat pada tabel berikut:
| Provinsi | Jumlah SRA | Status Akreditasi Saat Ini |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 28 | Belum terakreditasi |
| Jawa Tengah | 22 | Belum terakreditasi |
| Sumatera Utara | 15 | Belum terakreditasi |
| Kalimantan Selatan | 12 | Belum terakreditasi |
| Daerah Lainnya | 89 | Beragam |
Gus Ipul menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak‑anak kurang mampu. “Kami ingin setiap SRA tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan kompetensi yang mampu bersaing secara nasional,” ujar Menteri Sosial.
Untuk mendukung proses ini, Kemensos akan menyalurkan dana tambahan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan dialokasikan secara khusus bagi SRA yang telah terakreditasi. Selain itu, kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi akan diperluas untuk menyediakan pelatihan guru dan materi pembelajaran inovatif.
Dengan pendekatan bertahap dan dukungan lintas sektor, diharapkan seluruh 166 Sekolah Rakyat dapat mencapai akreditasi dalam jangka waktu lima tahun ke depan, sehingga meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia.