Setapak Langkah – 24 April 2026 | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyatakan dalam sidang komisi pendidikan bahwa Chromebook dapat beroperasi secara efektif meski koneksi internet terbatas. Testimoni seorang guru di Papua menjadi bukti nyata bahwa perangkat ini mendukung proses belajar mengajar di daerah dengan infrastruktur jaringan yang belum optimal.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan:
- Chromebook dapat menyimpan materi pembelajaran secara offline sehingga proses belajar tidak terhenti saat jaringan tidak tersedia.
- Guru dapat mengakses aplikasi Google Workspace tanpa koneksi internet setelah sinkronisasi awal, termasuk Google Docs, Slides, dan Classroom.
- Penggunaan perangkat mengurangi kebutuhan investasi perangkat keras tradisional seperti PC desktop yang memerlukan spesifikasi tinggi dan pemeliharaan lebih intensif.
- Biaya operasional, termasuk listrik dan perawatan, lebih rendah dibandingkan dengan komputer konvensional.
Analisis internal Kementerian menunjukkan potensi penghematan hingga 40% dibandingkan dengan penggunaan PC desktop pada skala nasional. Contoh perbandingan biaya per unit dapat dilihat pada tabel berikut:
| Jenis Perangkat | Estimasi Biaya (per unit) |
|---|---|
| PC Desktop | Rp7.000.000 |
| Chromebook | Rp4.200.000 |
Guru di Papua yang memberikan kesaksian menegaskan bahwa kemampuan kerja offline Chromebook memungkinkan pelajaran tetap berjalan meski jaringan internet hanya tersedia pada jam-jam tertentu. Ia juga mencatat bahwa proses instalasi dan pelatihan guru dapat dilakukan secara daring dengan materi yang sudah terunduh sebelumnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap percepatan transformasi digital di sektor pendidikan dapat tercapai lebih merata, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur jaringan.