histats

UTBK-SNBT 2026 Dihiasi Kecurangan: Alat Bantu Dengar dan Perjokian Jadi Sorotan

UTBK-SNBT 2026 Dihiasi Kecurangan: Alat Bantu Dengar dan Perjokian Jadi Sorotan

Setapak Langkah – 22 April 2026 | Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan bagian dari Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menjadi sorotan nasional setelah terungkap adanya praktik kecurangan yang melibatkan penggunaan alat bantu dengar dan perjokian antar peserta.

Berbagai laporan dari panitia pelaksana, pengawas, dan saksi mata mengindikasikan bahwa sejumlah peserta menyembunyikan perangkat pendengaran miniatur di dalam telinga atau di belakang telinga untuk menerima isyarat dari pihak luar. Selain itu, terjadi kolusi di antara peserta yang saling mengirimkan jawaban melalui isyarat visual atau getaran pada alat komunikasi pribadi.

  • Alat bantu dengar miniatur disamarkan sebagai penunjuk telinga biasa.
  • Penggunaan earphone Bluetooth dengan mikrofon tersembunyi untuk menerima petunjuk.
  • Isyarat visual seperti gerakan tangan atau lampu senter yang disepakati sebelumnya.
  • Pertukaran kertas jawaban secara diam-diam di sela-sela sesi ujian.

Modus ini berdampak signifikan pada integritas seleksi masuk perguruan tinggi, menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi berbasis merit. Data sementara menunjukkan bahwa sekitar 2,3% dari total peserta (sekitar 1.500 orang dari lebih 65.000 peserta) diduga terlibat dalam kecurangan ini.

Kategori Jumlah Kasus
Penggunaan alat bantu dengar 845
Perjokian (pertukaran jawaban) 655
Lainnya 0

Pihak berwenang, termasuk Badan Penyelenggara UTBK dan Kementerian Pendidikan, telah mengumumkan langkah-langkah penegakan yang lebih ketat. Di antaranya adalah pemeriksaan fisik sebelum masuk ruang ujian, penggunaan detektor logam, dan pemasangan kamera pengawas yang lebih banyak.

Selain tindakan pencegahan, penyidik juga berjanji akan memproses sanksi administratif bagi pelaku, mulai dari pembatalan hasil ujian, pencabutan hak masuk perguruan tinggi, hingga pelaporan ke pihak kepolisian bila ditemukan bukti kriminal.

Para pengawas ujian menekankan pentingnya kesadaran etika di kalangan calon mahasiswa. “Integritas ujian adalah cermin kejujuran generasi muda,” ujar salah satu pengawas senior. “Kami tidak akan toleransi terhadap praktik curang yang merusak kredibilitas pendidikan nasional.”

Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk memperkuat mekanisme pengawasan dan menumbuhkan budaya belajar yang jujur serta kompetitif.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *