Setapak Langkah – 21 April 2026 | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengingatkan publik bahwa Gunung Marapi, yang terletak di Sumatera Barat, masih menyimpan potensi gas beracun yang dapat membahayakan penduduk sekitar serta pengunjung.
Beberapa insiden terdahulu menunjukkan bahwa pelepasan gas beracun dapat terjadi secara tiba‑tiba, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas seismik atau curah hujan yang tinggi. Pada tahun 2022, terjadi lonjakan konsentrasi gas yang memaksa pihak berwenang menutup sementara jalur pendakian dan area wisata di sekitar kawah.
Untuk mengurangi risiko, Badan Geologi menekankan langkah‑langkah berikut:
- Mengikuti arahan resmi dari Satpol PP dan BPBD setempat.
- Memakai masker respirator atau pelindung pernapasan bila berada di area rawan gas.
- Menghindari aktivitas fisik berat di daerah dengan konsentrasi gas tinggi.
- Selalu memperhatikan informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah atau media massa.
Pemantauan gas secara kontinu dilakukan menggunakan stasiun pemantauan otomatis yang terpasang di beberapa titik kritis. Data real‑time tersebut diunggah ke portal publik sehingga masyarakat dapat mengakses informasi kondisi terkini.
Pihak berwenang juga menyarankan penduduk sekitar untuk menyiapkan rencana evakuasi darurat, termasuk menyiapkan tas darurat berisi peralatan dasar, dokumen penting, serta obat-obatan pribadi. Edukasi tentang gejala keracunan gas secara rutin dilakukan di sekolah dan pusat komunitas.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan potensi bahaya gas beracun di Gunung Marapi dapat diminimalisir, sehingga kawasan wisata tetap aman untuk dikunjungi tanpa mengorbankan kesehatan publik.