Setapak Langkah – 20 April 2026 | Program pelatihan konten digital yang digelar di Jailolo, Halmahera Barat, bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan pembuatan konten kreatif melalui smartphone. Inisiatif ini diprakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga serta beberapa lembaga kreatif lokal, dengan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi.
Selama tiga hari, lebih dari 60 peserta berusia 15‑25 tahun mengikuti serangkaian workshop yang mencakup dasar‑dasar fotografi, pengeditan video, penulisan naskah, serta strategi pemasaran di platform media sosial. Materi diajarkan oleh praktisi industri yang memiliki pengalaman mengelola kanal digital berskala nasional.
- Penguasaan teknik pengambilan gambar dengan smartphone
- Pengenalan aplikasi editing populer (Adobe Premiere Rush, CapCut, Canva)
- Strategi storytelling yang menarik bagi audiens lokal dan global
- Pemahaman hak cipta dan etika digital
Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan digital peserta. Rata‑rata nilai penilaian pra‑dan pasca‑pelatihan naik dari 45 menjadi 78 pada skala 100, menandakan penguasaan keterampilan yang lebih baik.
| Hari | Kegiatan | Pembicara |
|---|---|---|
| 1 | Pengenalan konsep konten digital dan perencanaan kreatif | Rina Sari (Content Creator) |
| 2 | Praktik fotografi dan videografi dengan smartphone | Andi Prasetyo (Fotografer) |
| 3 | Editing, publikasi, dan strategi pemasaran | Siti Nurhaliza (Digital Marketer) |
Selain meningkatkan kompetensi teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap budaya lokal. Beberapa kelompok peserta memutuskan untuk membuat seri video yang menampilkan keunikan kuliner, tarian, dan kerajinan tangan Halmahera Barat, dengan tujuan memperkenalkannya ke pasar nasional maupun internasional.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia, terutama di daerah terpencil yang memiliki potensi kreatif namun terbatas akses pelatihan formal. Pemerintah daerah berencana mengintegrasikan modul pelatihan ini ke dalam kurikulum sekolah menengah serta memperluas jaringan mentor digital.
Dengan memanfaatkan teknologi smartphone yang semakin terjangkau, generasi muda Jailolo berada di jalur yang tepat untuk menjadi agen perubahan digital, mengangkat potensi lokal ke panggung global, serta membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas setempat.