Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali menekankan pentingnya mengurangi konsumsi makanan ultra‑processed (UPF) atau makanan olahan tingkat tinggi. Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau mengingatkan bahwa pola makan yang didominasi produk olahan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
UPF meliputi makanan yang melalui serangkaian proses industri, penambahan bahan kimia, pewarna, pemanis, serta pengawet untuk memperpanjang masa simpan. Contoh umum meliputi makanan cepat saji, snack kemasan, sereal manis, minuman bersoda, dan daging olahan seperti sosis atau nugget.
Bahaya utama konsumsi UPF
- Obesitas dan gangguan metabolik: Tinggi kalori, gula, dan lemak trans meningkatkan risiko kelebihan berat badan serta diabetes tipe 2.
- Penyakit kardiovaskular: Kandungan natrium dan lemak jenuh dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol LDL.
- Kanker: Beberapa bahan tambahan seperti nitrat, nitrit, dan zat pengawet tertentu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu.
- Gangguan pencernaan: Serat yang rendah pada UPF dapat menyebabkan konstipasi dan disbiosis usus.
- Masalah mental: Penelitian awal menunjukkan korelasi antara diet tinggi UPF dengan depresi dan penurunan fungsi kognitif.
Rekomendasi praktis untuk mengurangi UPF
- Prioritaskan makanan segar: sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan daging tanpa proses.
- Baca label kemasan: hindari produk dengan daftar bahan lebih dari lima item, terutama yang mengandung gula tambahan, garam berlebih, atau bahan kimia asing.
- Masak di rumah: kontrol penggunaan minyak, garam, dan bumbu alami.
- Gantilah camilan: pilih buah potong, kacang tanpa garam, atau yoghurt natural sebagai alternatif.
- Batasi konsumsi minuman manis: pilih air putih, infused water, atau teh tanpa tambahan gula.
Menteri menegaskan bahwa perubahan pola makan tidak harus drastis, melainkan konsisten dan bertahap. Edukasi gizi di tingkat komunitas, sekolah, dan tempat kerja diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik akan bahaya UPF.
Dengan mengurangi makanan olahan, masyarakat dapat menurunkan risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi beban biaya kesehatan nasional.